Gubernur Bali Wayan Koster membuka seminar nasional "Mawali Ring Uluning Kertha" dengan tema Strategi Penguatan Dresta Bali dalam mencegah dan menangkal intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional. Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga tradisi dan budaya Bali di tengah modernisasi dan digitalisasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menekankan bahwa Bali tidak memiliki kekayaan sumber daya alam tambang, sehingga kebudayaan menjadi anugerah terbesar yang harus dijaga. "Jika budaya rusak, maka daya tarik Bali akan hilang," tegasnya.
Koster juga menekankan pentingnya penguatan Desa Adat sebagai fondasi utama menjaga budaya Bali. Dengan demikian, pemerintah telah menerbitkan Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, serta regulasi turunan untuk melindungi bahasa, aksara, dan busana Bali.
Gubernur Koster juga mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil harus arif dan tidak konfrontatif, karena Bali adalah etalase dunia yang padat kepentingan. "Ada kesadaran penuh akan konsep trade-off: satu sisi harus tegas menjaga budaya, tapi di sisi lain eksekusinya tidak boleh menciptakan distorsi, masalah baru, atau konflik horizontal," tambahnya.
Seminar ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda dan tokoh-tokoh masyarakat, untuk kuat dan teguh dalam menjalankan ajaran Hindu yang seutuhnya berdasarkan Tattwa, Susila, Acara berdasarkan Dresta Bali. Penguatan desa adat dan tokoh-tokoh masyarakat adat perlu dilakukan untuk mengedukasi dan menguatkan pemahaman mereka pada ajaran Hindu Bali, Hindu Nusantara yang adiluhung.
Tags
Bali
