Koster: 41% Sampah Bali dari Horeka, Pengelolaan di Badung Harus Lebih Ketat Pasca-TPA Suwung Overload



Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus memberi arahan dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) di Kabupaten Badung. Kegiatan berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kamis (7/5). Ia mengapresiasi pelaku usaha Horeka yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Dalam arahannya, Koster menegaskan sampah di Bali sudah menjadi isu serius yang harus ditangani bersama. Sekitar 41% persoalan sampah di Bali bersumber dari sektor pariwisata Horeka. Karena itu, ia menyebut Kabupaten Badung punya tanggung jawab besar sebagai pusat destinasi wisata dunia dengan kontribusi hotel dan restoran terbesar di Bali.

Menurut Koster, langkah dan pemetaan yang dilakukan Pemkab Badung sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia mengaku terus memantau ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya Badung. “Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah overload dan menimbulkan polusi lingkungan. Karena itu, pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, terutama Horeka, tidak lagi mengandalkan sistem buang-angkut-buang ke TPA.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama