Gubernur Koster Paparkan Pertanian Organik dan Strategi Net Zero Bali di Forum Iklim Internasional London



*LONDON* – Gubernur Bali Wayan Koster membawa isu pertanian berkelanjutan dan transisi energi Bali ke panggung internasional melalui dua forum di London, 24-25 Juni 2026. 


Pada 24 Juni, Koster menghadiri Focus Group Discussion Dialog Kebijakan Global untuk Pertanian Berkelanjutan yang digelar UK FCDO, World Bank Group, dan Clim-Eat. Forum ini membahas ketahanan iklim, ketahanan pangan, dan transisi pedesaan yang adil. Di hadapan pembuat kebijakan dan mitra pembangunan dari berbagai negara, Koster menegaskan Bali memiliki fondasi kuat berupa sistem subak dan filosofi Sad Kerthi yang telah hidup ribuan tahun. Ia memaparkan sejumlah regulasi konkret Bali, seperti Perda Sistem Pertanian Organik No. 8/2019, Perda Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif No. 4/2026, Pergub Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut No. 24/2020, serta Pergub No. 99/2018 yang mewajibkan hotel, restoran, dan swalayan memanfaatkan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali. 



Sehari setelahnya, 25 Juni, Koster hadir pada Indonesia Climate Leadership Luncheon bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, serta mitra bisnis dan keuangan seperti Kadin Indonesia, Gold Standard, dan GFANZ. 



Dalam forum itu, Koster memaparkan langkah strategis Bali menuju Net Zero Emission 2045, lebih cepat 15 tahun dari target nasional. Kebijakan yang ditekankan meliputi transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan, percepatan PLTS di perkantoran, hotel, restoran, mall, dan fasilitas umum, percepatan kendaraan listrik berbasis baterai, pembatasan sampah plastik sekali pakai, serta pertanian organik. Ia juga mengundang investor berkolaborasi di sektor energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, serta pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. 



Melalui dua forum tersebut, Koster menegaskan komitmen Bali mengintegrasikan kearifan lokal, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan iklim global.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama