Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya dalam melindungi dan mengangkat nilai karya anak bangsa dengan mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, pada Rabu (1/4).
Di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya perlindungan HKI menunjukkan tren yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 10.692 permohonan HKI, dan dalam tiga bulan pertama tahun 2026, angka permohonan telah mencapai 5.003.
Sebanyak 126 sertifikat HKI diserahkan dalam kesempatan tersebut, mencerminkan sinergi solid antara pemerintah kabupaten/kota se-Bali, Pemerintah Provinsi Bali, hingga pemerintah pusat. Karya-karya yang menerima pengakuan HKI di antaranya "Gerakan Bangkit Hak Kekayaan Intelektual Bangli Bisa (GERBANG HAKI BISA)", "Lukisan Gaya Batuan Gianyar Bali", dan "Entil Sanda Tabanan".
Gubernur Wayan Koster menyatakan bahwa perlindungan HKI bukan sekadar aspek legalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga roh kebudayaan Bali. Dengan adanya pencatatan resmi, karya-karya masyarakat tidak hanya terlindungi dari ancaman pembajakan, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Penyerahan sertifikat juga melibatkan Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta. Setelah itu, Menteri Hukum RI dan rombongan meninjau pameran UMKM berbasis kekayaan intelektual di lokasi acara.


