Berdasarkan data survei global yang sering dirilis oleh lembaga riset internasional seperti Pew Research Center, Indonesia secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai negara dengan penduduk paling rajin berdoa dan beribadah di dunia.
Berikut adalah poin-poin yang berkaitan dengan fenomena tersebut:
Juara Rajin Berdoa: Data dari Pew Research Center (periode 2023–2025) menunjukkan bahwa sekitar 95% orang dewasa di Indonesia rutin berdoa setiap hari. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi pertama, melampaui negara-negara lain di dunia.
Religiusitas Tinggi: Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat religius di mana agama memainkan peran fundamental dalam kehidupan sosial dan budaya.
Paradoks "Doa vs Logika": Meskipun menempati posisi teratas dalam hal religiusitas dan doa, Indonesia sering disorot karena masih rendahnya kedisiplinan sosial, tingginya angka korupsi, serta masalah literasi atau logika kritis.
Beberapa opini publik sering mengaitkan tingginya religiusitas ini dengan ironi masih lemahnya penerapan nilai agama dalam disiplin kehidupan sehari-hari (contoh: membuang sampah sembarangan atau ketertiban umum).
Perbandingan Global: Berbeda dengan negara-negara maju seperti Swedia atau Jepang yang tingkat religiusitas/berdoanya rendah namun memiliki tingkat kedisiplinan, keteraturan, dan pembangunan manusia (IPM) yang tinggi.
Jadi, survei menempatkan Indonesia sebagai negara paling rajin berdoa, sementara anggapan "malas berlogika" muncul dari kritik sosial atas paradoks antara tingkat religiusitas yang tinggi dan kualitas kedisiplinan atau logika publik yang masih perlu ditingkatkan.
