Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, membuka Bina Posyandu Angkatan ke-2 Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Senin (13/4). Ia menegaskan percepatan transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus dibarengi pembinaan berkelanjutan hingga ke kader desa. Menurutnya, Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota menjadi ujung tombak agar implementasi 6 SPM berjalan efektif di lapangan.
Putri Koster menjelaskan transformasi posyandu kini tidak hanya fokus layanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Pemahaman kuat dari Tim Pembina di setiap tingkatan menjadi kunci akselerasi 6 SPM di seluruh Bali. Ia berharap peserta mampu menjadi agen perubahan dan melakukan sosialisasi serta pembinaan masif kepada kader agar transformasi benar-benar sampai ke desa.
Kegiatan diikuti 111 peserta, terdiri dari 80 orang dari Jembrana dan 31 orang dari Denpasar. Peserta berasal dari Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan, kelurahan, dan desa. Ketua Panitia Ni Komang Sriani menyampaikan kegiatan berlangsung 13-15 April 2026. Materi meliputi akselerasi enam bidang SPM Posyandu, pendalaman substansi, isu strategis dan kebijakan, serta strategi internalisasi program Posyandu 6 SPM dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Materi disampaikan langsung oleh kepala OPD Pemprov Bali pengampu enam bidang SPM untuk memastikan sinkronisasi kebijakan di daerah. Lewat kegiatan ini, Pemprov Bali mendorong penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan.
