Groundbreaking Pertengahan 2026, PSEL Denpasar Raya Olah 1.200 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik 20 MW



DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya akan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026. Proyek ini menjadi jawaban konkret Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar terhadap kondisi darurat sampah yang selama ini membebani TPA Suwung.

Dalam keterangannya usai penandatanganan kerja sama PSEL Denpasar Raya, Senin (13/4), Koster memaparkan detail teknis fasilitas tersebut. PSEL akan dibangun di atas lahan seluas 6 hektar dengan kapasitas olah mencapai 1.000 hingga 1.200 ton sampah per hari. Dari proses pengolahan itu, PSEL ditargetkan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 15 sampai 20 megawatt (MW) yang nantinya disalurkan ke jaringan PLN.

“Groundbreaking kita targetkan pertengahan 2026. Kapasitasnya 1.000 sampai 1.200 ton per hari dan bisa menghasilkan listrik 15-20 MW,” tegas Koster. Ia menambahkan, teknologi yang digunakan mengacu pada standar Eropa sehingga prosesnya lebih ramah lingkungan dan tidak lagi sekadar tumpuk-angkut seperti pengelolaan konvensional.

PSEL Denpasar Raya merupakan hasil kolaborasi tiga pemerintah daerah: Pemprov Bali, Pemkab Badung, dan Pemkot Denpasar. Koalisi ini dibentuk untuk mengatasi persoalan sampah yang kian kritis di kawasan Sarbagita, sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. Selama ini TPA Suwung menampung beban sampah Denpasar dan Badung yang terus meningkat seiring pertumbuhan pariwisata dan penduduk.

Koster menegaskan PSEL bukan hanya proyek teknis, melainkan bagian dari penataan ulang Bali agar lebih berkelanjutan. Dengan kontribusi wisman ke Bali yang mencapai 45,8 persen dari total kunjungan nasional, masalah sampah dan kebersihan menjadi isu martabat Pulau Dewata di mata global. Karena itu, kepastian pembangunan PSEL menjadi sinyal kuat bahwa Bali serius membenahi tata kelola lingkungan.

Setelah groundbreaking pertengahan 2026, pembangunan fisik PSEL Denpasar Raya akan dikebut agar bisa segera beroperasi dan mengurangi beban TPA Suwung secara signifikan. Pemerintah berharap fasilitas ini menjadi titik balik penanganan sampah di Bali, dari masalah menjadi sumber energi terbarukan.

“Matursuksma,” tutup Gubernur Koster.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama