Kebijakan Iklim Gubernur Koster Dapat Pengakuan Dunia, Bali Dinilai Sejalan dengan Arah Global



*DENPASAR* – Kebijakan lingkungan hidup Gubernur Bali Wayan Koster mendapat sorotan positif dari lembaga internasional. Bloomberg Philantropies menilai Koster memiliki komitmen kuat dan arah kebijakan progresif di bidang energi bersih, transportasi ramah lingkungan, pengurangan plastik sekali pakai, hingga pertanian organik. Upaya ini disebut sebagai langkah nyata Bali menuju target net zero emission pada 2045. 


Penilaian itu muncul setelah rangkaian kegiatan London Climate Action Week 2026. Dalam forum tersebut, materi yang dibahas mulai dari pidato Sekjen PBB hingga kebijakan daerah berbagai negara, ternyata telah lebih dulu dijalankan Bali lewat Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125. Pemerintah Provinsi Bali pun disebut sudah sejalan dengan arah kebijakan dunia yang disampaikan pemimpin global dan lembaga internasional.


Pengakuan internasional juga menguat setelah Koster diwawancarai khusus Kantor Berita Reuters pada 24 Juni 2026. Dalam wawancara itu, Koster memaparkan arah kebijakan Bali Mandiri Energi melalui Pergub No. 45/2019 tentang Energi Bersih dan Pergub No. 48/2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Strateginya meliputi penghentian PLTU berbahan bakar fosil dan percepatan PLTS. 


Mulai 2026, Bali mempercepat penerapan zona emisi rendah di kawasan wisata prioritas seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida. Kebijakan ini sudah mendapat dukungan pemerintah pusat. Menurut Koster, transisi energi bersih dan elektrifikasi transportasi penting untuk kesehatan, menjaga ekosistem, serta memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. 


Pemprov Bali menegaskan pencapaian target ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan Bali yang berkelanjutan, demi “Nindihin Gumi Bali”.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama