Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pengukuhan Kepala OJK Provinsi Bali di Kantor OJK Bali, Denpasar, Selasa (14/4). Ia menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan lembaga keuangan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. Koster mengapresiasi kolaborasi erat Pemprov Bali dengan OJK dan Bank Indonesia yang berperan besar memperkuat sektor perbankan dan ekosistem ekonomi daerah.
Koster memaparkan capaian ekonomi Bali yang tetap tumbuh positif. Pada 2025, kunjungan wisman mencapai 7,05 juta orang, naik 750 ribu dari tahun sebelumnya, dengan total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara lebih dari 16,3 juta orang. Ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen, menempatkannya di posisi empat nasional tanpa ditopang sumber daya tambang. Pariwisata masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 66 persen terhadap ekonomi daerah dan menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional atau Rp176 triliun dari total Rp319 triliun.
Meski demikian, tingginya aktivitas pariwisata membawa konsekuensi seperti kemacetan, sampah, infrastruktur, air, dan ketahanan pangan. Karena itu Koster meminta penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan OJK, untuk menjaga keseimbangan pembangunan. Ia juga menyinggung pelestarian budaya, termasuk insentif bagi keluarga dengan anak ketiga dan keempat bernama Nyoman dan Ketut.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hermawan Bekti Sasongko menyebut pengukuhan Kepala OJK Bali sebagai momentum memperkuat kolaborasi mendukung perekonomian daerah. Ia menilai persoalan Bali adalah _problem of success_ akibat tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata. Parjiman resmi menjabat Kepala OJK Bali sejak awal Maret 2026, menggantikan Kristrianti Puji Rahayu, dengan tugas memimpin pengawasan sektor jasa keuangan termasuk penertiban lembaga keuangan ilegal. Koster berharap kepemimpinan baru OJK Bali memperkuat kontribusi sektor keuangan demi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.
